7 Cara Merawat Tanaman Jahe yang Benar

Cara Merawat Tanaman Jahe – Jahe merupakan salah satu rempah yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia terutama sebagai bahan bumbu pada masakan dan bahan minuman herbal. Tak heran, tanaman jahe banyak dibudidayakan di rumah. Dengan begitu, Anda tak perlu jauh-jauh lagi membelinya di pasar.

Tanaman jahe termasuk dalam tanaman yang mudah dibudidayakan. Tidak jauh berbeda dengan tanaman pada umumnya, tanaman jahe juga perlu mendapatkan perawatan yang tepat agar bisa tumbuh subur.

Cara Merawat Tanaman Jahe

Cara Merawat Tanaman Jahe

Agar tanaman jahe bisa tumbuh optimal, dan menghasilkan rimpang yang berkualitas, maka tanaman jahe memerlukan sejumlah cara perawatan yang tepat. Berikut ini beberapa cara merawat tanaman jahe yang wajib Anda ketahui :

1. Penyiraman

Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman yang tidak bisa disiram terlalu sering dan banyak. Pasalnya jika tanaman jahe disiram terlalu sering dan hingga menggenang, maka hal ini justru akan menyebabkan rimpang jahe menjadi busuk dan tanaman pun menjadi mati.

Anda hanya perlu menyiram tanaman jahe saat tanah atau media tanam dalam keadaan kering. Pastikan media tanam jahe tetap lembab dan tidak tergenang air.

2. Penyulaman

Cara penyulaman merupakan cara penggantian bibit yang tidak bisa tumbuh atau bahkan mati. Pada tanaman jahe sendiri, cara penyulaman perlu dilakukan untuk mengganti bibit rimpang jahe yang membusuk dan tidak bisa tumbuh.

3. Penyiangan

Agar tanaman jahe dapat tumbuh dengan baik dan optimal, maka Anda perlu melakukan penyiangan. Penyiangan merupakan tahapan pembersihan gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman jahe.

Keberadaan dari gulma ini dapat mengganggu tahap penyerapan nutrisi oleh tanaman jahe sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Penyiangan bisa dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan untuk mencabuti gulmanya hingga ke akar. Cara perawatan tanaman jahe yang satu ini bisa Anda lakukan setelah tanaman jahe memasuki usia 15 hari setelah ditanam.

Tahapan ini biasanya dilakukan selama 3 hingga 5 kali dalam satu periode penanaman. Hal ini bertujuan agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan optimal.

4. Merawat Tanaman Jahe dengan Pemupukan

Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi dan zat unsur hara pada tanaman jahe dengan pemberian pupuk. Tahap pemupukan ini biasanya dilakukan dengan pemberian campuran beberapa pupuk organik yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Baca Juga : Manfaat Jamu Beras Kencur dan Cara Pembuatannya

5. Pembubunan

Tujuan dari tahap ini yaitu untuk menimbun kembali tanah di sekitar tanaman jahe yang terbawa aliran air saat penyiraman. Tahap pembubunan tanah ini biasanya dilakukan selama 3 – 4 bulan sekali. Cara perawatan ini bertujuan agar tanaman jahe bisa berdiri kokoh dan rimpangnya bisa tumbuh menjadi besar.

6. Pemulsaan

Cara yang bisa Anda lakukan berikutnya yaitu pemberian mulsa dari plastik. Hal ini bertujuan untuk membuat media tanam tanaman jahe tetap lembab dan tidak kekeringan. Selain itu pemberian mulsa ini juga dapat menghindarkan tanaman jahe dari serangan hama dan penyakit. Pemilihan mulsa dari plastik ini dikarenakan mulsa Jerami dapat menyebabkan munculnya hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman jahe.

7. Merawat Tanaman Jahe dengan Pengendalian Hama Dan Penyakit

Keberadaan hama dan penyakit dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jahe. Oleh sebab itu, Anda harus segera mengendalikannya sebelum menyebar ke tanaman jahe lainnya. Langkah ini bisa Anda lakukan dengan cara membuang atau menghilangkan bagian tanaman jahe yang terinfeksi hama atau penyakit. Selain itu, Anda juga mengatasinya dengan penyemprotan pestisida organik. Dengan begitu, tanaman jahe pun tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Demikian tadi cara merawat tanaman jahe agar bisa tumbuh subur dan menghasilkan rimpang yang berkualitas. Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi dan update dari artikel menarik lainnya.