6 Pilihan Kafe di Kampung Inggris Pare yang Wajib Kamu Coba

Kampung Inggris, 2 kata berjuta kenangan dan cerita. Siapa sih yang tidak kenal dengan Kampung Inggris di Pare? 

Banyak pelajar dari berbagai dunia berbondong-bondong datang ke Kampung Inggris dengan tujuan yang hampir sama, yaitu belajar bahasa inggris lewat lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris. 

Tetapi tak sedikit dari mereka juga mengurungkan niatnya karena mitos yang beredar di masyarakat, seperti Kampung Inggris ada di pedalaman, Kampung Inggris susah mencari ATM, di Kampung Inggris nggak ada kafe. 

Padahal tahukah kamu bahwa Kampung Inggris juga memiliki kafe andalan. Nah, jika kamu berniat mengunjungi Kampung Inggris dalam waktu dekat ini, jangan lupa untuk mampir ya!

 

  • Pare Corner

 

pare corner

Mau nongkrong seru dengan gaya vintage dan retro? 

Pare Corner bertempat di Jl. Lamtana No.1, Tegalsari, Tulungrejo, Kec. Pare, Kediri. Selain memiliki ornamen vintage dan retro, Pare Corner juga menyajikan makanan dan minuman yang lezat mulai dari Rp 9.000 dan Rp 10.000. 

Suasana yang ditawarkan Pare Corner juga cocok digunakan untuk belajar bahasa inggris seperti latihan speaking,hafalan vocabulary atau sekadar berkumpul menikmati hari bersama teman-teman kamu lho.

 

  • Oma Walet

Oma Walet

Satu lagi kafe yang menawarkan interiod design yang instagramable, yaitu Oma Walet

Oma walet adalah salah satu kafe yang cukup baru di kawasan Kampung bahasa. Namun Oma Walet tidak mau kalah dengan kafe-kafe sebelumnya, untuk menarik minat pengunjung Oma Walet menghadirkan live music setiap harinya. 

Terletak di Jalan Stadion Candra Birawa no. 3, Tulungrejo, Pare, Oma Walet memiliki beragam menu minuman dan beberapa makanan ringan. Sayangnya, jika kamu ingin menikmati suasana Oma Walet dan nongkrong di sana, kamu harus merogoh kocek yang cukup dalam.

 

  • Kopi Holic

kopi holic
Sesuai dengan namanya, Kopi Holic menyediakan beragam jenis kopi dari seluruh daerah di Indonesia. Kafe ini memiliki tagline “Buktikan Nyalimu Kalau Kamu Benar-benar Pencinta Kopi”. Namun sayangnya, kafe ini tidak cocok dijadikan tempat hafalan vocab, sebab di Kopi Holic menghadirkan live music setiap harinya. 

Selain kopi, Kopi Holic juga menyediakan beberapa semilan ringan dan makanan. Jangan khawatir soal harga, karen Kopi Holic memiliki harga yang sesuai dengan kantong pelajar.

Kopi Holic terletak di Jalan Dr. Wahidin no 31, Kampung Inggris Pare, Kediri. 

 

  • Pare’s Eat Drink Coffe

 

Pare’s Eat Drink Coffe
Sesudah Oma Walet, Pare’s Eat Drink Coffee adalah kafe baru. Mengusung tema outdoor  dan indoor, Pare’s Eat Drink Coffee adalah idola Kampung Inggris yang baru.

Oh iya, selain menikmati makanan dan minuman dengan harga yang standar, kamu juga bisa ber swa foto di kafe ini. Design dengan Eifel tepat di tengah kafenya sukses membuat sebagian orang tertarik untuk mengunjungi kafe ini.

Pare’s Eat Drink Coffee terletak tepat bersebelahan dengan SC Futsal, nah cocok banget kan buat kamu  yang selesai bermain futsal kemudian mampir di kafe ini. Kafe ini memiliki tagline “Give You Another Experience” yang memang benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda.

 

  • Ngaropi Kafe

 

Ngaropi Kafe

Ngaropi kafe adalah rival dari Pare Corner. Lah, kenapa rival? Sebab tempatnya tepat terletak bersebrangan dengan Pare Corner. 

Menawarkan ruangan dengan interior yang cukup lebar, Ngaropi sering dijadikan tempat untuk sekadar ngumpul, arisan ataupun belajar secara berkelompok. Makanan dan minuman yang ditawarkan di sana pun cukup terjangkau dengan kantong pelajar.

Salah satu hal unik yang ditemui di Ngaropi adalah perpustakaan. Buku-buku seperti The Religion of Java,  novel Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer seperti Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca, dan karya Toer lainnya. Cocok buat kamu yang pecinta buku dong!

Cara Mengapresiasi Usaha Anak di Usia Dini

Cara Mengapresiasi Usaha Anak di Usia Dini

Inilah 4 teknik yang dapat Anda coba. Salah satu tugas orang tua yang sebetulnya sangat urgen namun ingin dianggap remeh ialah soal mengapresiasi usaha anak. Padahal, urusan yang satu ini terbukti dapat memengaruhi proses tumbuh-kembang buah hati kita lho.

1. Berikan Pujian Lisan

Tidak ada teknik untuk mengapresiasi usaha anak yang lebih efektif daripada pujian lisan. Cara ini bisa Anda kerjakan setiap hari dan tetap memiliki akibat yang signifikan terhadap anak.
Mengekspresikan apresiasi lewat ucapan-ucapan tidak perlu dilaksanakan dengan teknik yang dramatis. Anda melulu perlu mengungkapkan pujian melalui ucapan-ucapan sederhana laksana “anak pintar” atau “adik hebat ya”. www.studybahasainggris.com/

2.Berikan Hadiah dengan Cara yang Tepat

Memberi hadiah pun adalahwujud apresiasi yang efektif. Sayangnya, mayoritas orang mengira bahwa hadiah melulu perlu diserahkan di momen-momen eksklusif seperti ketika anak mendapat juara di sekolah atau memenangkan perlombaan.

3. Tidak Mengapresiasi Usaha Anda melulu dengan Benda

Memberi apresiasi lewat hadiah berupa benda memang sah-sah saja. Akan tetapi, sesekali usahakanlah untuk menyerahkan ‘hal lain’ yang lebih berkesan untuk anak.
Salah satu teknik yang dapat Anda coba ialah dengan mengajaknya santap ke restoran kesayangan atau berjalan-jalan di akhir pekan. Cara-cara tersebut pun adalahhal yang efektif guna mengapresiasi usaha anak.

4. Jangan Berorientasi Pada Hasil

Hal yang satu ini sangat urgen untuk diacuhkan oleh semua orang tua. Jangan melulu berorientasi pada hasil guna mulai mengapresiasi usaha anak. www.bahasainggris.co.id/

Anda tidak perlu menantikan si kecil menjadi yang terbaik atau mendapat juara kesatu untuk menyerahkan apresiasi. Berilah pujian atau hadiah untuk mereka meskipun usaha yang telah dilaksanakan tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Menag: Program Studi Keagamaan Sepi Peminat

Menag: Program Studi Keagamaan Sepi Peminat

Kementerian Agama melafalkan bahwa program-program studi (prodi) keagamaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepi peminat dikomparasikan prodi umum.

Karena itu, kementerian akan mengerjakan kajian mendalam tentang penyebab sepinya minat prodi keagamaan. “Saya ucapkan bahwa prodi keagamaan tidak cukup diminati, makanya mesti dilaksanakan refleksi introspeksi diri,” ungkap Menteri Agama Lukman Ha kim Saifuddin seusai mengenalkan www.sekolahan.co.id Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Lukman mengatakan, pihaknya masih terus menggali tahu akar masalah kelemahan minat kalangan generasi muda terhadap prodi keagamaan, tergolong menyinyalir adanya persepsi dari mereka bahwa prodi tersebut kurang menyerahkan harapan ke depan. “Kan dapat juga sebab persepsi yang tidak pas. Atau barangkali karena teknik kita yang mempromosikannya tidak cukup baik,” tuturnya.

Disinggung tentang dosen yang menjadi penyebab prodi tidak cukup diminati, Lukman malah membantah. Dia menuliskan bahwa kualitas dosen malah semakin membaik.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim menyaksikan kecenderungan anak muda yang melihat pilihan pembelajaran agama melewati medsos atau internet, sampai-sampai internet ini dijadikan sumber metodologis pembelajaran.

Oleh sebab itu, yang sangat penting ketika ini ialah membangun critical thinking education atau edukasi nalar yang kritis. “Sekarang ditjen PTKIN mempersiapkan cara-cara edukasi nalar kritis ini masuk ke dalam kurikulum pembelajaran,” kata Arskal.

Sementara itu, SPAN-UM PTKIN 2019 sah dibuka. Ketua Umum SPAN-UM PTKIN sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Musafir Pababbari, mengungkapkan bahwa tren masuk PTKIN semenjak 2015 terus meningkat. Pada 2015, jumlah pen susunan mencapai 101.787 siswa, 2016 sejumlah 129.327 siswa, 2017 terdapat 157.039 siswa, dan 2018 terdapat 218.440 siswa.

Tahun ini, kata Musafir, pihaknya menargetkan 225.000 siswa meregistrasi di PTKIN. Maka itu, dia menilai butuh penguatan sistem seleksi supaya target panitia terlampaui. Sumber : www.pelajaran.co.id