Apa Yang Dimaksud Sampah Organik? Jenis,Contoh,& Manfaat!

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan apa yang dimaksud  sampah organik, manfaat sampah organik, dan contohnya yang akan dibahas secara lengkap dan jelas.

Hampir semua orang tidak menyukai sampah, karena sampah dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor, bau dan menjadi pusat berkembangnya bakteri penyakit.

Namun tahukah Anda jika sampah dapat dikelola dengan baik, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Sampah dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Sampah Organik dan Sampah Anorganik. Tentunya kedua jenis sampah ini memiliki perbedaan baik dari segi bentuk maupun cara pengolahan serta manfaatnya.

Kesadaran untuk memilah jenis sampah sebelum membuangnya masih jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Bagi kebanyakan orang, membuang segala jenis sampah bukanlah masalah asalkan dibuang pada tempatnya. Padahal, memisahkan sampah organik dan sampah anorganik itu penting.

Apa Yang Dimaksud Sampah Organik?

Apa Yang Dimaksud Sampah Organik?

Istilah sampah organik mungkin sudah cukup sering terdengar. Namun, masih banyak yang belum mengetahui secara detail apa yang dimaksud dengan jenis sampah ini.

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang berasal dari molekul organik.

Beberapa contoh jenis sampah organik yaitu :

  • Sisa makanan dari sayuran, kulit buah, dan daging
  • Rempah-rempah yang sudah kadaluarsa
  • Potongan kayu.
  • Sampah Daun.
  • Potongan Rambut.
  • Bulu hewan yang rontok.
  • Debu bagian belakang lemari es.
  • Kotoran hewan peliharaan.
  • Limbah kertas dan tisu bekas.

Sampah organik berasal dari bahan-bahan yang mengalami dekomposisi, pelapukan atau dekomposisi alami. Selain dekomposisi alami, dekomposisi sampah organik juga dapat dipercepat dengan bantuan manusia dengan berbagai cara.

Jenis dan Contoh Sampah Organik

Sampah organik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Masing-masing memiliki karakter tersendiri, antara lain:

1. Sampah Organik Basah

Sampah organik basah merupakan sampah alam yang memiliki kadar air yang cukup tinggi. Penggunaan sampah ini lebih cepat terurai secara alami dibandingkan sampah organik kering.

Pembusukan ini disebabkan oleh faktor kelembaban yang tinggi. Contohnya adalah sisa sayuran atau buah-buahan.

2. Sampah Organik Kering

Sampah organik kering merupakan sampah alam yang tidak banyak mengandung air. Contohnya adalah ranting pohon, dan daun kering.

Proses penguraian sampah jenis ini lebih lama dibandingkan dengan sampah organik basah.

Prinsip Pengolahan Limbah

Apa Yang Dimaksud Sampah Organik? Jenis,Contoh,& Manfaat!

Meningkatnya produksi sampah dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah perlu dilakukan dengan baik.

Pengelolaan sampah umumnya menggunakan 4 prinsip utama, antara lain:

1. Mengurangi (Reduce)

Prinsip pertama pengelolaan sampah adalah mengurangi jumlah sampah. Masyarakat diharapkan dapat mengurangi volume sampah harian yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Misalnya, mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup zero waste.

Meski tidak mudah, namun pola pikir masyarakat harus diubah melalui kesadaran akan dampak negatif sampah.

Hal sederhana yang bisa kamu lakukan antara lain minum tidak menggunakan sedotan, membawa bekal makan siang sendiri saat membeli makanan, membawa botol minum sendiri, dan masih banyak lagi.

2. Menggunakan Kembali(Reuse)

Prinsip selanjutnya adalah menggunakan kembali. Prinsip ini menekankan pada pemanfaatan kembali sampah untuk kebutuhan sehari-hari.

Misalnya, menggunakan air kemasan sebagai pengganti pot tanaman, dan lain-lain.

3. Daur Ulang (Recycle)

Rycycle atau daur ulang merupakan salah satu prinsip pengelolaan sampah. Pada proses daur ulang dilakukan untuk sampah yang dapat diubah menjadi barang baru untuk kegiatan sehari-hari.

Misalnya, daur ulang limbah plastik menjadi kerajinan. Limbah tekstil seperti kain perca juga dapat dimanfaatkan kembali menjadi tas, tempat tisu, dan lain sebagainya. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga memiliki unsur ekonomi.

4. Mengganti (Replace)

Prinsip replace juga dapat digunakan untuk mengolah sampah sehingga memiliki nilai guna yang lebih baik.

Keempat prinsip pengelolaan sampah di atas dapat diterapkan baik pada sampah organik maupun anorganik.

Banyak cara dan teknologi yang dikembangkan untuk memanfaatkan sampah. Misalnya, mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Pentingnya Mengelola Sampah

Di atas telah dijelaskan tentang 4 prinsip yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah. Apakah hal-hal di atas perlu dilakukan? Apa pentingnya mengelola sampah?

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pengelolaan sampah perlu dilakukan, antara lain:

  • Tujuan utama pengelolaan sampah adalah untuk menyelamatkan sumber daya alam.
  • Pengelolaan limbah yang tepat dapat menghemat penggunaan energi.
  • Pengelolaan sampah yang baik dan benar akan memberikan manfaat berupa penghematan lahan untuk pembuangan akhir sampah.
  • Jika sampah tidak ditangani dengan baik, akan timbul masalah kesehatan di masyarakat. Seperti penyakit pencernaan, infeksi, dan sebagainya.
  • Sampah yang menumpuk dan tidak diolah akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan mengganggu pernapasan masyarakat sekitar.
  • Sampah di suatu daerah akan mencerminkan identitas suatu komunitas dan budaya masyarakat sekitar.

Manfaat Sampah Organik

Sampah tidak hanya berdampak negatif terhadap lingkungan. Misalnya sampah organik, sampah ini memiliki peran penting bagi kesuburan.

Berikut adalah beberapa manfaat dari sampah organik:

1. Menjadi Pupuk Kompos

Salah satu manfaat sampah organik yang terkenal adalah dapat diolah menjadi kompos. Kompos adalah pupuk alami untuk tanaman.

Meski manfaat ini sudah banyak diketahui, nyatanya tidak banyak orang yang memanfaatkan limbah alam ini untuk kompos.

Padahal mengolah sampah organik menjadi kompos tidaklah sulit, hanya saja langkah-langkahnya harus benar.

2. Dapat diolah menjadi pakan ternak

Tidak hanya digunakan untuk kompos, limbah dari bahan organik juga dapat digunakan untuk pakan ternak tambahan.

Biasanya hal ini diterapkan di pedesaan, pemilik ternak mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Selain itu, sisa makanan juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas, ikan, dan lain-lain.

3. Pembuatan Kerajinan

Banyak yang beranggapan bahwa pemanfaatan sampah untuk kerajinan tangan atau souvenir hanya bisa dilakukan dari sumber sampah anorganik, seperti plastik.

Padahal, sampah organik juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi.

Misalnya, batok kelapa diolah menjadi berbagai kerajinan tangan. Tak hanya itu, sampah kerang di pantai juga bisa dimanfaatkan untuk oleh-oleh. Sisa kayu yang sudah tidak terpakai juga bisa diolah menjadi berbagai alat atau benda yang berguna.

4. Biogas

Manfaat lain dari sampah organik adalah dapat dimanfaatkan sebagai biogas. Limbah dari kotoran hewan, ampas tahu, atau ampas tempe dapat dimanfaatkan untuk membuat biogas karena menghasilkan gas metana.

Biogas dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan pengolahan yang baik, misalnya memasak dengan kompor berbahan bakar biogas.

Demikian pengertian apa yang dimaksud sampah organik, contoh sampah organik, jenis, serta manfaat. Semoga artikel ini bermanfaat ya. See you ^^