Ciri Fisik Kambing Boer dibandingkan kambing lain

Kambing boer berasal dari Afrika dan bukan asli Indonesia. Karena ciri khas kambing ini, kambing boer dikembangkan di Indonesia. Kambing Boer memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan bobot yang lebih berat daripada Kambing Kacang, sehingga menghasilkan lebih banyak daging. Menurut para peneliti, Kambing Boer dirancang untuk produksi daging di Afrika Selatan dan telah dibudidayakan dengan hati-hati menggunakan sistem perkawinan selama lebih dari 50 tahun. Alhasil, kambing boer dianggap sebagai penghasil daging yang unggul jika dibandingkan dengan jenis kambing lainnya. Kambing boer jantan memiliki tinggi bahu 50-75 cm, sedangkan kambing boer betina memiliki tinggi bahu 60-70 cm.

Kambing Boer jantan dewasa dapat memiliki berat 80-130 kg, sedangkan Kambing Boer betina dapat memiliki berat 50-75 kg. Kambing boer karenanya diakui sebagai kambing pedaging, meskipun faktanya mereka biasanya disembelih dengan berat badan 35-40 kg untuk jantan dan 30-35 kg untuk betina. Ciri-ciri kambing boer lainnya antara lain tanduk yang melengkung ke atas dan ke belakang, telinga besar yang cenderung menjuntai, dan moncong yang cembung atau menonjol. Bulu Kambing Boer pendek sampai sedang, dengan pola warna dasar putih dan bercak coklat di leher dan kepala. Selain itu, Kambing Boer memiliki kapasitas reproduksi yang tinggi, memungkinkan untuk melahirkan tiga anak dalam dua tahun. Untuk memudahkan pemahaman, tabel berikut mencantumkan ciri-ciri umum Kambing Boer.

Kambing ini dikenal sebagai raksasa yang lembut oleh beberapa orang. Moniker “kambing boer” diberikan karena suatu alasan: hewan ternak, yang awalnya bernama “Kambing Boer“, memiliki ukuran tubuh yang besar namun pembawaan yang damai dan jinak.

Kata “boer” pada nama kambing ini berasal dari bahasa Belanda yang berarti “petani”. Kambing jenis ini, bagaimanapun, bukan asli Negara Kincir Angin. Namun, itu dari Afrika Selatan.

Kambing boer telah digunakan sebagai ternak di Indonesia selama lebih dari 65 tahun. Jenis kambing ini populer di kalangan peternak di Indonesia, khususnya Banyuwangi, karena konon memiliki banyak sekali keunggulan.

Kambing boer merupakan salah satu jenis hewan yang dapat dimanfaatkan untuk beternak kambing pedaging. Karena ekspansi yang cepat. Bobot kambing ini bisa mencapai 35 hingga 45 kilogram (kg) pada usia lima hingga enam bulan, dengan rata-rata pertambahan harian 0,02 hingga 0,05 kg. Perbedaan pertambahan berat badan ditentukan oleh jumlah susu dari induk dan pakan harian yang diberikan kepada kambing.

Kambing Boer jantan dapat mencapai berat badan 120 sampai 150 kg saat dewasa atau berumur dua sampai tiga tahun. Kambing Boer betina dewasa memiliki berat antara 80 dan 90 kg. Tak hanya itu, persentase daging kambing boer yang kira-kira 40 hingga 50 persen dari bobot tubuhnya juga cukup signifikan.

Keunggulan lainnya adalah kambing boer beradaptasi dengan baik terhadap fluktuasi suhu. Tidak hanya itu, kambing jenis ini memiliki ketahanan terhadap penyakit yang cukup baik.

Kambing boer populer untuk dikawin silangkan dengan berbagai jenis kambing lainnya, selain diternakkan untuk keturunan murni. Tak terkecuali kambing Jawa. Kambing boerawa merupakan hasil persilangan antara kambing boer dan kambing jawa.

Asal tahu saja, kambing boer mudah dikenali dari tampilan fisiknya. Tubuh kambing ini relatif besar dan panjang. Bulu di kepala dan leher berwarna coklat, sedangkan bulu di badan berwarna putih hingga kaki. Kambing boer memiliki kaki pendek dan telinga panjang menjuntai, di antara ciri-ciri lainnya.