Menag: Program Studi Keagamaan Sepi Peminat

Menag: Program Studi Keagamaan Sepi Peminat

Kementerian Agama melafalkan bahwa program-program studi (prodi) keagamaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepi peminat dikomparasikan prodi umum.

Karena itu, kementerian akan mengerjakan kajian mendalam tentang penyebab sepinya minat prodi keagamaan. “Saya ucapkan bahwa prodi keagamaan tidak cukup diminati, makanya mesti dilaksanakan refleksi introspeksi diri,” ungkap Menteri Agama Lukman Ha kim Saifuddin seusai mengenalkan www.sekolahan.co.id Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Lukman mengatakan, pihaknya masih terus menggali tahu akar masalah kelemahan minat kalangan generasi muda terhadap prodi keagamaan, tergolong menyinyalir adanya persepsi dari mereka bahwa prodi tersebut kurang menyerahkan harapan ke depan. “Kan dapat juga sebab persepsi yang tidak pas. Atau barangkali karena teknik kita yang mempromosikannya tidak cukup baik,” tuturnya.

Disinggung tentang dosen yang menjadi penyebab prodi tidak cukup diminati, Lukman malah membantah. Dia menuliskan bahwa kualitas dosen malah semakin membaik.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim menyaksikan kecenderungan anak muda yang melihat pilihan pembelajaran agama melewati medsos atau internet, sampai-sampai internet ini dijadikan sumber metodologis pembelajaran.

Oleh sebab itu, yang sangat penting ketika ini ialah membangun critical thinking education atau edukasi nalar yang kritis. “Sekarang ditjen PTKIN mempersiapkan cara-cara edukasi nalar kritis ini masuk ke dalam kurikulum pembelajaran,” kata Arskal.

Sementara itu, SPAN-UM PTKIN 2019 sah dibuka. Ketua Umum SPAN-UM PTKIN sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Musafir Pababbari, mengungkapkan bahwa tren masuk PTKIN semenjak 2015 terus meningkat. Pada 2015, jumlah pen susunan mencapai 101.787 siswa, 2016 sejumlah 129.327 siswa, 2017 terdapat 157.039 siswa, dan 2018 terdapat 218.440 siswa.

Tahun ini, kata Musafir, pihaknya menargetkan 225.000 siswa meregistrasi di PTKIN. Maka itu, dia menilai butuh penguatan sistem seleksi supaya target panitia terlampaui. Sumber : www.pelajaran.co.id