Proses Pembuatan Minyak Atsiri

Oke kawan kawan pada artikel kali ini saya akan memberikan sebuah proses pembuatan minyak atsiri, oke tanpa basa basi berikut proses pembuatan minyak atsiri.

Minyak Atsiri

proses pembuatan minyak atsiri

Aromaterapi merupakan sebuah terapi yang menggunakan minyak atsiri sebagai bahan dasar dari terapi utama yang digunakan untuk mengobati banyak penyakit.

Minyak atsiri diperoleh dengan berbagai cara dari bunga, kulit kayu, batang, daun, akar, buah dan bagian lain dari tanaman.

Penggunaan minyak atsiri dimulai setelah para ahli mengatakan bahwa minyak atsiri memiliki sifat antiseptik dan permeabilitas kulit untuk kulit esensial.

Metode seperti mandi inhalasi dan aromaterapi biasa digunakan untuk mengoleskan ekstrak tumbuhan ini agar bisa menembus permukaan kulit.

Begitu minyak berada dalam sistem tubuh, cairan penting berubah dan bekerja dengan baik di area tubuh yang rusak.

Terapi minyak esensial ini menggunakan kombinasi yang berbeda dari berbagai jenis kombinasi untuk melawan berbagai penyakit yang menyerang tubuh seperti stres, depresi, sakit kepala, nyeri otot, insomnia, masalah pernapasan, kulit bengkak dan persendian.

Selain itu, minyak atsiri juga telah dipelajari dalam berbagai jenis literatur yang berkaitan dengan kesehatan mental, kedokteran, kosmetik, psikologi, indera penciuman, relaksasi, dan perawatan tanaman.

Minyak esensial rosemary

Kalian bisa memakai minyak rosemary yang segar atau yang kering.
Saat rosemary masih segar, siapkan 3-4 tangkai rosemary segar dan 475 ml minyak zaitun, jojoba, atau almond manis.
Rosemary kering setara dengan menyiapkan 3-4 tangkai rosemary kering atau 1 sendok makan bubuk rosemary kering dan sekitar 475 ml minyak zaitun.

Langkah Minyak Esensial Rosemary Segar:

Pertama cuci rosemary hingga bersih, lalu pisahkan daun dari batangnya dan kumpulkan sekitar 28 gram daun rosemary segar.
Kemudian isi wajan dengan minyak. Jangan lupa bahwa minyak jojoba tidak dapat digunakan untuk dijadikan bumbu atau dimakan.
Panaskan rosemary dalam minyak
Saat panas dan mendidih, saring minyak dan biarkan dingin
Lalu masukan minyak ke dalam botol dan simpan di tempat yang sejuk.

Langkah-langkah Menggunakan Rosemary Kering:

Sterilkan wadah yang digunakan untuk menampung minyak
Jika perlu, tambahkan rosemary kering ke dalam wadah
Dan tuangkan minyak ke dalam wadah sampai rosemary terendam minyak
Letakkan wadah di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan jangan lupa tutup rapat wadah selama kurang lebih 2 minggu
Jika sudah, saring minyaknya dan simpan di suhu ruangan
Dan itulah beberapa cara dan metode untuk membuat berbagai jenis minyak atsiri, meskipun tidak semuanya dibagikan di sini. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan wawasan bagi semua orang.

Berikut 13 minyak rempah esensial dengan khasiatnya:

1. Oleum Oleae Europea (minyak zaitun)

Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam Zad Al’Ma’ad menyebutkan bahwa buah zaitun bermanfaat untuk mengeluarkan racun dan mencegah tumbuhnya uban, serta mengobati luka bakar dan menguatkan gusi. Penelitian modern menunjukkan bahwa minyak zaitun mengandung oleocantal, senyawa kimia yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan dan anti-inflamasi.

2. Oleum Cocos (minyak kelapa)

Asam dapat membantu memusnahkan bakteri, jamur, dan virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan lemak dalam minyak kelapa dapat menyehatkan dan melembabkan kulit kering.

3. Oleum Citonelae (Minyak Sereh)

Minyak serai tidak hanya mengusir serangga, tetapi juga memiliki efek detoksifikasi, menenangkan peradangan dan mencegah infeksi.

4. Semen Myristica fragnastis (minyak pala)

Minyak pala biasanya digunakan untuk mengobati insomnia, nyeri, dan peradangan. Hal ini juga banyak digunakan sebagai minyak topikal antijamur.

5.Biji nigellae sativa (minyak jintan hitam)

Minyak jintan hitam banyak digunakan dan telah lama digunakan sebagai anti inflamasi, anti infeksi, meredakan rematik dan meningkatkan kadar konsentrasi.

6. Oleum Pimpinella a nisum (minyak adas)

Minyak adas banyak digunakan untuk meredakan pilek dan flu, mengatasi masalah pencernaan, nyeri haid pada wanita, dan sebagai agen anti-inflamasi, diuretik, dan antimikroba.

7. Oleum Cajuputi (minyak kayu putih)

Minyak kayu putih banyak digunakan untuk meredakan berbagai gangguan pernapasan, meredakan rasa tidak nyaman akibat gigitan serangga, meningkatkan kekebalan tubuh, dan meredakan nyeri sendi.

8. Zingiberis offocinalis (minyak jahe)

Minyak jahe banyak digunakan untuk meredakan mual, memperbaiki saluran pernapasan, mengobati migrain, meredakan nyeri, mengobati infeksi, dan mengurangi stres.

9.Piperis bettle folium (minyak daun sirih)

Minyak daun sirih mengandung betlephen dan chavic, yang memiliki daya mematikan bagi kuman, mengandung antioksidan, agen antijamur, dan banyak digunakan untuk mengobati gatal-gatal, eksim, dan kondisi kulit lainnya.

Sekian dari saya, artikel proses pembuatan minyak atsiri saya akhiri, nah kalau kalian ingin membuatnya sendiri pastikan kalian mempunyai mesin destilasi ya, tapi jika kalian tidak memilikinya kalian bisa membelinya dengan harga yang terjangkau dan berkualitas.