Yuk, Belajar Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok

Ikan lele merupakan salah satu ikan yang mudah ditemukan di Indonesia. Pemeliharaan ikan tersebut tergolong ke dalam tingkatan mudah. Kalian yang ingin memelihara ikan ini, dapat melakukannya melalui dua sistem, yaitu sistem konvensional dan sistem bioflok.

Sistem bioflok lebih banyak digunakan oleh para peternak ikan dibandingkan dengan sistem konvensional. Mengingat lahan luas yang sudah jarang ditemukan di daerah perkotaan, sistem bioflok menjadi salah satu alternatif untuk budidaya ikan di lahan yang sempit.

Penasaran bagaimana cara beternak dengan sistem bioflok?

Ini Dia Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok

Berikut akan dibahas beberapa tahapan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan budidaya Ikan Lele Bioflok:

1. Mempersiapkan Kolam Lele

Langkah pertama dan yang terpenting sebelum memelihara ikan, pastinya adalah tempat tinggal ikan tersebut. Kolam ikan, pada umumnya dibangun dengan semen dan batu bata, serta berbentuk persegi panjang. Akan tetapi, kolam untuk budidaya ikan lele bioflok ini terbilang cukup unik. Kolam dibuat dalam bentuk lingkaran. Kemudian, saat penyusunan bagian rangka, pastikan besi atau bambu sudah dalam keadaan halus, sehingga tidak akan merusak terpal.

Pemasangan pipa diletakkan pada bagian dasar kolam, dengan tujuan sebagai jalan keluar kotoran lele yang mengendap di dasar kolam atau patokan yang digunakan untuk mengatur level ketinggian air kolam. Dengan ukuran diameter kolam sebesar 3 meter, maka jumlah ikan yang dapat ditampung sebanyak 3 ribu ekor lele.

2. Air Ternak dan Cara Perawatan Ikan Lele

Mula-mula, kolam diisi dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm di hari pertama. Hari kedua, tambahkan probiotik atau bakteri patogen dengan dosis 5 ml/m3. Selanjutnya, pada hari ketiga pakan untuk bakteri patogen berupa molase atau tetes tebu diberikan, dengan dosis 250 ml/m3. Malam harinya, tambahkan dolomite (kapur yang mengandung Kalsium dan Magnesium Karbonat) dengan dosis 150-200 gram/m3. Lalu, diamkan air selama kurang lebih 7-10 hari, supaya mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik. Bandingkan dengan budidaya ikan gurame.

Benih ikan lele yang diternak, sebaiknya berasal dari induk yang berkualitas unggul. Penebaran benih dilakukan keesokan harinya setelah air kolam dipastikan memiliki kualitas baik, lalu ditambahkan probiotik dengan dosis 5 ml/m3. Dalam kurun waktu 10 hari sekali, perawatan dapat dilakukan dengan menambahkan probiotik dengan dosis yang sama seperti di awal, kemudian ragi tempe sebanyak 1 sendok makan/ m3, ragi tape 2 butir/ m3, dan malam harinya, kalian dapat menambahkan dolomite kedalam air sebanyak 200-300 gram/ m3.

Sekian penjelasan mengenai budidaya Ikan Lele Bioflok. Pengetahuan dasar terkait dengan sistem bioflok. Sistem ini, memanfaatkan limbah yang dihasilkan ikan lele, untuk diolah kembali oleh mikroorganisme menjadi gumpalan atau flok yang nantinya dapat digunakan sebagai pakan ternak lele. Hasil panen yang diperoleh pun akan berkali-kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional. Tertarik untuk mencoba? Silahkan ikuti tahapan di atas.